Peribahasa Jawa bukan sekadar rangkaian kata indah. Di baliknya tersimpan kebijaksanaan hidup yang sudah teruji selama berabad-abad. Berikut 10 peribahasa yang paling bermakna:
1. "Alon-alon waton kelakon" Artinya: Pelan-pelan asal terlaksana. Mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketelitian daripada terburu-buru.
2. "Becik ketitik, olo ketara" Artinya: Yang baik akan terlihat, yang buruk akan tampak. Kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap.
3. "Jer basuki mawa beya" Artinya: Setiap keberhasilan membutuhkan pengorbanan. Tidak ada hasil tanpa usaha dan kerja keras.
4. "Aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa" Artinya: Jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa (peka). Mengajarkan kerendahan hati dan empati.
5. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe" Artinya: Sedikit bicara banyak bekerja, tanpa mengharapkan imbalan. Ini adalah etos kerja ideal orang Jawa.
6. "Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake" Artinya: Menyerang tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan. Menggambarkan kepemimpinan yang bijaksana.
7. "Ojo dumeh" Artinya: Jangan sombong/takabur. Pengingat agar tidak meremehkan orang lain meski sedang di atas.
8. "Sapa nandur, bakal ngunduh" Artinya: Siapa menanam, akan memanen. Mirip dengan hukum karma โ setiap tindakan ada konsekuensinya.
9. "Urip iku urup" Artinya: Hidup itu harus bermanfaat (seperti api yang menerangi). Hidup bukan hanya untuk diri sendiri.
10. "Mikul dhuwur, mendem jero" Artinya: Junjung tinggi kebaikan, kuburkan dalam-dalam keburukan (keluarga). Tentang menjaga kehormatan keluarga.
Gunakan Translate Jawa secara gratis โ Ngoko, Krama Lugu, dan Krama Alus.
Coba Sekarang โ